SUNGGUH LUAR BIASA ,,,,, Tanaman Otot Ototan Untuk Obat Alami Kencing Manis, Hipertensi Dan Kejang Tanaman Otot Ototan Untuk Obat Alami Kencing Manis, Hipertensi Dan Kejang
Nama llmiah Plantogo lanceolata
Nama Daerah Otot-ototan
Nama Lokal :
Ki urat, ceuli, c. uncal (Sunda), meloh kiloh, otot-ototan, ; Sangkabuah, sangkabuah, sangkuah, sembung otot, ; suri pandak (Jawa). daun urat. daun urat-urat, daun sendok, ; Ekor angin, kuping menjangan (Sumatera). ; Torongoat (Minahasa). ; Che qian cao (China), ma de, xa tien (Vietnam), ; Weegbree (Belanda), plantain, greater plantain, ; Broadleaf plantain, rat’s tail plantain, waybread, ; White man’s foot (Inggris). ;
Ciri Umum :
Daun tunggal, berupa bulat telur, ujung tumpul, pangkal runcing, pinggir bertoreh, memiliki rambut halus, pertulangan melengkung, panjang 1-28 cm, lebar 5—11 cm, warna permukaan atas hijau keunguan, warna permukaan bawah hijau. Bunga majemuk, berupa bulir, berbulu halus, panjang bunga 2—20 cm, judul bunga kecil, panjang judul bunga 0, 5—1 cm. Buah berupa kotak, kecil, warna hijau. Biji berupa pipih, kecil, warna putih waktu muda serta beralih jadi hitam sesudah tua. Akar tunggang, warna kuning.
Kandungan Kimia :
Daun memiliki kandungan saponin, fkavonoid, serta polifenol.
Manfaat serta Faedah :
Daun berkhasiatsebagai peluruh air seni, obat penenang, dan otomatis bisa meredakan sakit hipertensi serta kejang. Infeksi saluran kencing, kencing berlemak, kencing berdarah, ; Bengkak lantaran penyakit ginjal (nefrotik edema), batu empedu, ; Batu ginjal, radang prostat (prostatitis), kencing sedikit, demam, ; Influenza, batuk rejan (pertusis), radang saluran napas (Bronkhitis) ; diare, disentri, nyeri lambung, radang mata merah (konjungtivitis), ; Kencing manis (diabetes melitus), cacingan, gigitan serangga, ; Hepatitis akut dibarengi kuning (hepatitis ikterik akut), mimisan, ; Masalah pencernaan pada anak (dispepsia), cacingan, ; Perangsang birahi (afrodisiak), beser mani (spermatorea), ; Kencing sakit (disuria), sulit kencing, pandangan kabur, ; Batuk darah, keputihan (leukore), nyeri otot, mata merah, ; Batuk berdahak, beri-beri, darah tinggi (hipertensi), rematik gout, ; Sakit kuning (jaundice). ;
BAGIAN YANG DIGUNAKAN :
Herba, biji, akar. Biji dihimpun sesudah masak lantas digongseng atau digongseng dengan air asin.
INDIKASI :
Herba bermanfaat menangani :
– masalah pada saluran kencing seperti infeksi saluran kencing,
kencing berlemak, kencing berdarah, bengkak lantaran penyakit ginjal
(nefrotik edema), kencing sedikit lantaran panas dalam,
– batu empedu, batu ginjal,
– radang prostat (prostatitis),
– influenza, demam, batuk rejan (pertusis), radang saluran napas
(bronkitis),
– diare, disentri, nyeri lambung,
– radang mata merah (konjungtivitis), menerangkan pandangan yang
kabur,
– kencing manis (DM),
– hepatitis akut dibarengi kuning (hepatitis ikterik akut),
– cacingan, gigitan serangga, dan
– perdarahan seperti mimisan, batuk darah.
Akar bermanfaat untuk menangani :
– keputihan (leukore) dan
– nyeri otot.
Biji bermanfaat untuk menangani :
– masalah pencernaan pada anak (dispepsia),
– perangsang birahi (afrodisiak), beser mani (spermatorea),
– kencing sakit (disuria), sulit kencing, rasa penuh di perut bagian
bawah,
– diare, disentri,
– cacingan,
– pandangan kabur,
– mata merah, bengkak serta merasa sakit disebabkan panas pada organ hati,
– batuk dibarengi banyak dahak,
– beri-beri, darah tinggi (hipertensi),
– sakit kuning (jaundice), dan
– rematik gout.
CARA PEMAKAIAN :
Herba kering sejumlah 10 – 15 g atau yang fresh sejumlah 15 30 g di rebus, lantas diminum airnya. Dapat pula herba fresh ditumbuk lantas diperas serta saring untuk diminum. Untuk penggunaan bijinya, siapkan 10 – 15 g biji daun sendok, lantas di rebus serta diminum airnya. Untuk penggunaan luar, herba fresh dipipis lantas dibubuhkan pada luka berdarah, tersiram air panas atau bisul, lantas dibalut. Penggunaan dapat juga lewat cara di rebus, lantas airnya untuk kumur-kumur pada dang gusi serta sakit tenggorok. Dapat pula dipakai lewat cara digiling halus, lantas di buat salep untuk menangani bisul, abses, serta koreng.
Ramuan Herbal Tanaman Otot Ototan
1. Memperlancar kencing
a. Herba daun sendok fresh sejumlah 6 ons dicuci, imbuhkan gula batu seperlunya. Bahan itu di rebus dengan 3 liter air, hingga air rebusannya tersisa separo. Minum seperti air teh butuhkan dalam satu hari.
b. Herba daun sendok fresh dicuci lantas ditumbuk hingga lumat Peras serta saring hingga airnya terkumpul 1/2 gelas. Imbuhkan madu 1 sendok makan, lantas diminum sekalian.
2. Kencing berdarah :
Herba daun sendok fresh dicuci lantas ditumbuk hingga lumat. Peras serta saring hingga airnya terkumpul 1 gelas. Minum saat sebelum makan
3. Disentri panas :
Herba daun sendok fresh dicuci lantas ditumbuk halus. Peras serta saring hingga terkumpul 1 gelas. Imbuhkan madu 2 sendok makan sembari diaduk rata. Air perasan, itu lantas ditim sebentar. Minum sekalian pada saat hangat.
4. Disentri basiler, diare :
Herba daun sendok fresh sejumlah 30 g sesudah dicuci bersih lantas di rebus dengan 2 gelas air hingga air rebusannya tersisa 1 gelas Sesudah dingin disaring, airnya diminum satu hari 2 kali, semasing 1/2 gelas.
5. Mimisan :
Daun sendok fresh sejumlah 15 g dicuci lantas dipipis. Seduh dengan secangkir air panas. Sesudah dingin diperas serta disaring, lantas diminum sekalian.
6. Batuk sesak, batuk darah :
Herba daun sendok fresh sejumlah 60 g dicuci lantas imbuhkan air bersih hingga terendam serta 30 g gula batu. Ditim hingga mendidih sepanjang 15 menit. Minum pada saat hangat.
Komentar
Posting Komentar